Kamis, 05 Agustus 2010

Ujian dan Hadiah dari Tuhan

Kadang, kita sering ngomel kepada Tuhan kita. Dan lebih sering kita meminta padanya. Tapi, lebih sering lagi kita lupa bersyukur setelah Ia memberi kita sesuatu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tahun ini saya belajar banyak. Walaupun waktu belajr efektif di kelas XII SMA cuma 2 bulanan, tapi di luar sana, saya belajar banyak.

Mulai dari belajar memilih, menahan, menerima, memberi dan mengikhlashkan.


Di mulai dari UN 'abu-abu' dan notes yang menggemparkan sekolah. Dari kejadian itu saya belajar untuk menjadi yang berbeda. Menjadi kertas kosong di antara tumpukan koran. Dan mengisi kertas kosong itu dengan al-haq... ya, al-haq alias kebenaran. Walaupun kebenaran itu perih, namun harus disampaikan. Meski akan melukai banyak hati.
Dan dari kejadian ini, saya juga belajar bertahan. Ketika itu saya gagal bertahan dari kritik yang menghujam. Namun di masa yang akan datang, saya telah bertekad, tidak akan menghapus apa yang telah saya tulis. Apapun yang terjadi.

UN berlalu, datanglah satu Ujian lain bernama SNMPTN dan USM STAN. Dari 2 kejadian itu saya belajar memilih dengan hati dan menerima dengan ikhlas apapun keputusan Allah. Dalam benak saya ada 2 kalimat yang menjadi tumpuan saya dalam bertahan. Yang pertama datang dari sang mentor, "Kita semua punya keinginan. Allah pun punya keinginan untuk kita. Kuncinya Adalah bagaimana keinginan kita dengan keinginan Allah bisa sinkron. Karena yang terjadi pasti keinginan Allah". Yang kedua adalah hiburan yang ada di Pedoman Hidup kitai, "Laa tahzan wa laa takhaf. Innallaaha ma ana. Jangan bersedih dan jangan takut, Sesungguhnya Allah bersama kita"

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jangan pernah berfikir ujian Allah sama dengan ujian semasa sekolah atau kuliah. Ujian yang ini adalah ujian keimanan. Apakah kita akan tetap berdiri kokoh seteger karang, atau goyah dengan semua ujian yang datang bertubi-tubi? Yang pasti, ujian yang datang tidak akan pernah melewati kapasitas kita.

Dan, tahukah kalian? Setelah semua ujian itu, Allah memiliki hadiah yang sangat indah untuk kita. Hadiah yang jauh lebih indah dari berlian termahal di dunia sekalipun. Hadiah itu adalah... hikmah. Kecewa? Saya harap tidak. Karena sungguh, hikmah itu lebih bermanfaat bagi kita jika kita mengetahuinya.

Walau ujian itu terasa perih, tapi dengan menemukan hikmah darinya, kita akan menjadi lebih dewasa. Dan mungkin kita akan naik level untuk menempuh ujian berikutnya.

Jadi kawan, cukup dari saya. Tulisan pendek ini hanyalah sepercik bara api untuk kalian. tergantung kalian akan menyiramnya dengan minyak tanah atau air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar